Bahaya Nasi yang Dipanaskan di Rice Cooker, Ini Penjelasan Dokter

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Nasi Jemblung.

    Ilustrasi Nasi Jemblung.

    TEMPO.CO, Jakarta - Belakangan ini beredar informasi melalui aplikasi pesan instan WhatsApp soal larangan memanaskan nasi terus menerus dalam penanak nasi atau rice cooker karena bisa memicu diabetes bahkan kanker. Pakar gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc mengakui bahwa nasi memang memiliki nilai indeks glikemik tinggi dan bisa meningkatkan atau bahkan menurunkan kadar gula darah secara cepat.

    Memasak nasi terlalu lama, misalnya dalam alat penanak, menyebabkan terjadinya gelatinisasi, yang salah satunya meningkatkan nilai indeks glikemik.

    "Nasi memiliki nilai indeks glikemik yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Bila terlalu lama dimasak nasi akan menyebabkan proses gelatinisasi sehingga akan menurunkan kadar seratnya dan meningkatkan nilai indeks glikemik," ujar Saptawati.

    Makanan yang memiliki tingkat glikemik tinggi dapat memicu penyakit diabetes dalam jangka panjang. Beberapa penelitian juga mengaitkan indeks glikemik tinggi dengan obesitas, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.

    Oleh karena itu, Tati menyarankan nasi yang ditanak untuk segera dikonsumsi, bukannya dipanaskan terus menerus. "Dengan mendinginkan nasi, maka proses tersebut dapat dihentikan sehingga tidak akan meningkatkan indeks glikemik. Nasi sekali masak untuk langsung dikonsumsi," katanya.

    Artikel lain:
    5 Penyebab Pilek yang Tidak Kita Sadari
    Flu juga Bisa Disebabkan Dehidrasi, Pastikan Cukup Minum Air 
    Cek Tanda-tanda Penuaan Selain di Kulit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.