Senin, 24 September 2018

Sroto Klamud, Soto Kelapa Muda

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sroto Klamud, soto khas Purbalingga, Jawa Tengah yang disajikan menggunakan wadah batok kelapa. TEMPO | BETHRIQ KINDY ARRAZY

    Sroto Klamud, soto khas Purbalingga, Jawa Tengah yang disajikan menggunakan wadah batok kelapa. TEMPO | BETHRIQ KINDY ARRAZY

    TEMPO.CO, Purbalingga - Bagi masyarakat karesidenan Banyumas, sroto merupakan sebutan lain dari soto. Selain memiliki nama yang unik, hal tersebut berlaku dengan cara penyajiannya.

    Sroto pada umumnya menggunakan wadah mangkuk yang berisi irisan ketupat, bihun, taoge, irisan bawang goreng, daging, dan kerupuk. Bahan-bahan itu kemudian disiram dengan kuah kaldu dan ditaburi kacang tanah yang dihaluskan. Di Purbalingga, ada sroto yang disajikan dengan menggunakan batok kelapa, lengkap dengan serabutnya sebagai ganti mangkuk. Sroto kelapa muda ini kemudian populer sebagai kuliner khas Purbalingga dengan sebutan Sroto Klamud.

    Seorang pembuat sroto klamud, Hadiyah Rubi Wahyuni, 39 tahun, mengatakan selain menggunakan wadah dari batok kelapa, ada keunikan lain dari hidangan ini. Sroto klamud tidak menggunakan bihun sebagai isian, melainkan diganti dengan kelapa muda serut. "Sedangkan kuahnya tetap menggunakan kaldu dan tidak ada tambahan air kelapa karena kalau dicampur rasanya agak asam," kata Hadiyah saat ditemui Tempo.

    Sroto Klamud, soto khas Purbalingga, Jawa Tengah yang disajikan menggunakan wadah batok kelapa. TEMPO | BETHRIQ KINDY ARRAZY

    Hadiyah menjelaskan cara mengolah kelapa muda agar enak disantap sebagai isian sroto. Caranya, garami serutan kelapa muda yang berumur 2 bulan kemudian kukus selama 30 menit. Tujuannya, menurut dia, mengurangi rasa bau kelapa mentah. Hasil dari kukusan kelapa muda ini memberikan cita rasa yang kenyal dan segar pada sroto. "Akan lebih lezat jika ditambahi sambal kacang," katanya.

    Ide membuat sroto klamud bermula ketika Hadiyah mendapatkan hasil panen kelapa muda yang berlimpah. Melihat banyaknya batok kelapa yang terserak di rumah, dia berinisiatif membuatnya sebagai mangkuk sroto, dan daging kelapa muda sebagai pengganti bihun.

    Satu porsi sroto klamud ayam kampung seharga Rp 18 ribu, sedangkan yang isinya daging sapi atau babat dijual Rp 20 ribu. Buat pelanggan yang enggan bersantap dari wadah batok kelapa, Hidayah juga menyediakan sroto yang tersaji di mangkuk dengan harga Rp 15 ribu. Untuk menjamin higienitas makanan, batok kelapa hanya digunakan sebagai wadah sroto sekali saja. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, saban hari Hidayah membutuhkan 100-200 butir kelapa, dan sekitar 300 butir kelapa di akhir pekan.

    Warung sroto klamud Hadiyah terletak di Desa Toyareja, Purbalingga, Jawa Tengah. Kendati harus melewati area persawahan untuk menjangkaunya, banyak pelanggannya yang berasal dari luar kota. Seorang pengunjung, Anton Hermawan, 46 tahun, mengatakan sudah dua kali makan sroto klamud buatan Hadiyah. "Rasanya enak dan unik karena kelapa muda biasanya disajikan sebagai minuman," ujarnya.

    BETHRIQ KINDY ARRAZY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep