Penderita Hepatitis Susah Dapat Kerja, Simak Penjelasan Dokter

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi wanita sakit maag. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Hepatitis bukan penyakit baru. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang salah kaprah tentang penyakit yang rentan menyebabkan gangguan hati ini. Bahkan tidak sedikit yang menyematkan stigma negatif bagi para penderitanya, semisal dianggap tidak bisa produktif dan lemah.

Bahkan stigma ini terbawa hingga lingkungan kerja, di mana beberapa perusahaan mewajibkan tes HBsAg (protein virus dalam tubuh) untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi virus hepatitis B atau tidak. Dalam beberapa kasus yang dijabarkan perwakilan Komunitas Peduli Hepatitis, Marzuita, hasil tes HbsAg menjadi syarat lulus tidaknya seseorang ketika melamar pekerjaan hingga menjadi pertimbangan saat akan naik pangkat. "Rata-rata ada 10 kasus diskriminasi pekerja akibat tes ini dalam setiap tahunnya," ujar Marzuita.

Baca juga:
Sakit Hepatitis, yang Kuning Bukan Kulitnya tapi...
Ibu Hamil, Waspada Penularan Hepatitis B dari Ibu ke Anak
Nafsu Makan Berkurang? Mungkin Hepatitis Sedang Mengintai

Dr. dr. Kasyunil Kamal, M.S, Sp.OK dari Perhimpunan Dokter Spesialis Okupasi atau Perdoki mengatakan pemeriksaan HBsAg tidak semestinya dilakukan karena pemerintah melarangnya berdasarkan surat edaran dari Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan tahun 1997 tentang peniadaan tes hepatitis B dalam pemeriksaan kesehatan tenaga kerja.

Hanya saja, Kasyunil menjelaskan, ada beberapa jenis pekerjaan tertentu yang memang sebaiknya dilakoni oleh mereka yang tidak memiliki gangguan fungsi hati. "Misalnya tenaga medis yang mesti kontak dengan pasien atau pekerjaan yang berhubungan dengan pengolahan makanan," katanya.

Pemeriksaan kesehatan bagi para pencari kerja atau pertimbangan dalam kenaikan jabatan, Kasyunil melanjutkan, sebaiknya dilakukan atas tiga pertimbangan, yakni apakah pekerjaan tersebut akan memperberat penyakit, berpotensi menular, atau menimbulkan risiko keselamatan kerja di lingkungannya

Jika masyarakat khawatir penularan hepatitis, Ketua Komisi Ahli Hepatitis dari Kementerian Kesehatan Dr. dr. Rino A. Gani, Sp.PD-KGEH menjelaskan penularan hepatitis B dan C tidak terjadi dengan mudah, melainkan harus melalui kontak darah. Rino melanjutkan, selama tidak terjadi peradangan dan mengganggu fungsi hati, pengidap hepatitis tetap bisa produktif.

Lagipula, kata Rino, tidak semua hepatitis B menyebabkan peradangan dan mengganggu fungsi hati. Meski menyerang hati, virus hepatitis tidak selamanya sebabkan gangguan pada hati. "Kalau tidak menimbulkan gangguan pada hati, tidak perlu diobati dan cukup dimonitor secara berkala," ujarnya.

Untuk mendeteksi kerusakan hati bisa dilakukan dengan memeriksa SGOT/SGPT atau zat yang terdapat dalam sel hati. "Sel ini akan keluar dan mengalir ke darah jika hati mengalami kerusakan. Kalau SGOT/SGPT banyak dalam darah berarti ada masalah pada hati," ucapnya. Sedangkan hepatitis yang menyebabkan gangguan pada hati, harus diatasi dengan obat yang mencegah perburukan penyakit hati.

Meski belum ada obat yang bisa menghilangkan virus ini, beberapa obat mampu menekan virus dan bisa jadi penderita hepatitis akan mengkonsumsi obat tersebut dalam tempo lama atau hingga seumur hidup. Konsumsi obat seumur hidup ini ujar Rino, tidak jauh berbeda dengan penyakit kronis lain. “Tapi bukan hanya hepatitis B yang minum obat seumur hidup. Hipertensi, diabetes atau kolesterol pun demikian," ungkapnya.

Rino menambahkan, hepatitis B butuh waktu 20-30 tahun hingga menimbulkan kerusakan hati menjadi sirosis yang menyebabkan hati mengecil, mengeras hingga fungsi hati menurun dan menjadi kanker hati. Hal ini biasanya akibat peradangan yang terjadi terus menerus.

TABLOIDBINTANG






6 Fakta tentang Kafein dalam Kopi

1 jam lalu

6 Fakta tentang Kafein dalam Kopi

Kafein dalam kopi memiliki kelebihan, namun juga dapat menimbulkan masalah. Berikut sejumlah fakta tentang kafein.


5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

18 jam lalu

5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

Mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi dari waktu ke waktu dapat mencapai tingkat racun atau berbahaya dalam tubuh.


Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

1 hari lalu

Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan BPA dapat berdampak pada kesehatan manusia dengan berbagai cara.


Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

2 hari lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

3 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

3 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

4 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

5 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.


3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

6 hari lalu

3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

7 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?