Pentingnya Foreplay saat Berhubungan Seks. Jangan Langsung Hajar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi seks. radiox.com

    Ilustrasi seks. radiox.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan seks yang ideal dapat menyeimbangkan hormon dalam tubuh, sehingga dapat memperlambat proses penuaan. Hal ini ditandai dengan tidak adanya gangguan fungsi seksual, emosi, dan kepuasan pada pasangan. Begitu kata praktisi seksologis dan anti penuaan dokter Haekal Yassier Anshari. Baca: Dokter: Puasa Bisa Menghambat Proses Penuaan

    Haekal mengingatkan bahwa dalam melakukan hubungan seksual harus dilakukan bertahap. “Tidak boleh langsung hajar,” ujarnya dalam sesi wawancara di kawasan SCBD Jakarta, akhir September 2017.

    Sebelum penetrasi, pria perlu mengetahui apakah wanita sudah menerima rangsangan seksual atau belum. Pada pria yang terangsang dapat terlihat dari adanya ereksi sedangkan pada wanita tandanya dapat diketahui dari adanya cairan atau lubrikasi di daerah vagina. Baca juga: Hambat Proses Penuaan dengan Kehidupan Seks yang Ideal

    Di sinilah peran penting foreplay atau pemanasan, yakni rangsangan pendahuluan sebelum masuk ke penetrasi.“Kalau langsung dihajar, bisa berdarah pada wanita. Kalau malam pertama pengetahuan seks masih minim, pria tidak sabar langsung dihajar, berdarah jadinya” ujar dokter yang berpraktik di DH Aesthetic and Anti Aging Clinic.

    Akibatnya wanita trauma karena merasa hubungan seks sakit dan tidak menyenangkan. Fungsi seksual wanita juga ditentukan oleh pria meski umumnya wanita yang paling sering disalahkan jika tidak bergairah atau merasakan kenikmatan. Baca: Perempuan Lebih Sering Menolak Seks? Ini Penelitiannya 

    “Padahal bisa jadi kesalahan pada suami, langsung dihajar, ereksi enggak keras, kalau tidak keras bagaimana wanita bisa terangsang dan mendapat kenikmatan,” ujar Haekal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.