Batik Maos Hampir Punah, Apresiasi Lebih Besar dari Orang Asing

Batik Maos Rajasa Mas di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa, 26 September 2017 (Tempo/Astari Pinasthika Sarosa)

TEMPO.CO, Jakarta - Batik Maos merupakan salah satu peninggalan budaya dari zaman Pangeran Diponegoro di abad ke-19. Motif batik ini tidak memiliki banyak dokumentasi, meski sarat makna dan filosofi, serta telah terancam punah.

Baca: Hari Batik Nasional, Motif Batik Jadi Sandi Perang Diponegoro

Pasangan suami-istri, Euis Rohaini dan Tonik Sudarmaji, membuat butik Batik Maos Rajasa Mas di Cilacap, Jawa Tengah, untuk membawa kembali motif Batik Maos yang klasik. “Tapi pembeli lebih banyak dari luar negeri dibandingkan dengan orang lokal di Cilacap atau Indonesia,” kata Euis, pada akhir September 2017.

Baca juga: Hari Batik Nasional, Kisah Euis Rohaini Populerkan Batik Maos

Banyak motif batik Maos yang digunakan sebagai sandi perang pada zaman Pangeran Diponegoro. Walaupun makna dan filosofi dari batik Maos berhubungan dengan sejarah Cilacap, Euis dan Tonik merasa belum banyak orang Cilacap yang memberikan apresiasi terhadap sejarah budaya tersebut. Padahal orang asing dapat menunjukkan apresiasi yang lebih besar terhadap sejarah batik Maos serta keindahannya.

Harga untuk batik Maos yang dijual di Rajasa Mas tidak terlalu mahal. Mereka menjual beberapa batik cetak dengan harga sangat murah, bersama pernak pernik yang dibuat dari bekas kain.

Namun semua motif batik Maos adalah batik tulis dengan berbagai rangkaian harga. Syal batik Maos dapat dibeli dari Rp 120 ribu sampai 300 ribu. Sedangkan batik Maos dengan motif kontemporer, yang menggabungkan motif klasik dan motif modern, dijual dengan harga Rp 400 ribu, batik klasik dengan warna buatan Rp 550 ribu. Semua batik dengan warna alam dijual dari harga Rp 800 ribu karena prosesnya yang lebih lama.

“Warga Cilacap yang membeli batik Maos ini hanya 20-30 persen dari jumlah pembeli kita,” ujar Tonik.

Karena sering mengikuti pameran di Jakarta, seperti Pameran Adiwastra Nusantara dan Pameran Inacraft, Batik Maos Rajasa Mas mendapat pembeli dari Singapura, Korea, Inggris, dan Jepang. Kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) juga membantu Euis mengikuti pameran di Jerman.

Rajasa Mas juga membuat keranjang cucian dengan motif batik dari kain bekas yang dibeli pengusaha dari Riyadh, Arab Saudi. Bahkan mereka memesan untuk bisnis di sana. Pengusaha ini menyukai keunikan keranjang yang dibuat Batik Maos Rajasa Mas karena berbeda dengan buatan Cina. Artikel lain: Hari Batik Nasional, Ada Motif Batik yang Bisa Dimakan

“Mereka bilang pokoknya ada unsur-unsur batiknya karena mereka suka motif seperti itu,” tuturn Euis.






Tips Padu Padan Kain Batik untuk Gaya Sehari-hari

5 hari lalu

Tips Padu Padan Kain Batik untuk Gaya Sehari-hari

Kain batik menjadi beberapa jenis pilihan busana, seperti luaran (outer), gaun (dress), bandana, atau ornamen kecil lainnya sesuai dengan selera.


Kemenparekraf Sebut Keberagaman Motif Batik Bisa Jadi Media Promosi Wisata

5 hari lalu

Kemenparekraf Sebut Keberagaman Motif Batik Bisa Jadi Media Promosi Wisata

Keunikan motif yang dibuat oleh para pebatik dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat asal batik tersebut dibuat.


Parade Kebaya di Solo, Iriana Jokowi Ajak Peserta Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan

5 hari lalu

Parade Kebaya di Solo, Iriana Jokowi Ajak Peserta Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan

Parade kebaya yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2022 itu dilangsungkan di Kota Solo


Konser Westlife di Candi Prambanan Nanti Malam, Dress Code Penonton: Batik

5 hari lalu

Konser Westlife di Candi Prambanan Nanti Malam, Dress Code Penonton: Batik

Ia mengakui, para personel Westlife memang tidak mengenakan batik, karena sudah menerapkan format tour mereka.


Hari Batik Nasional, Rumah Batik Palbatu Gelar Program Seribu Kain

6 hari lalu

Hari Batik Nasional, Rumah Batik Palbatu Gelar Program Seribu Kain

Usaha batik Palbatu sempat terdampak pandemi Covid-19 sehingga produksi kain hingga kelas batiknya sempat tutup.


Saat Wisatawan Membatik Massal di Malioboro Ramaikan Hari Batik Nasional

6 hari lalu

Saat Wisatawan Membatik Massal di Malioboro Ramaikan Hari Batik Nasional

Menurut Yanuar, spontanitas untuk membatik ini dilakukan agar ada rasa memiliki batik sebagai kekayaan budaya nusantara.


Anan Nurakhman, Mantan Pengawal Presiden Jokowi Kini Jabat Komandan Korem 074/Warastratama

6 hari lalu

Anan Nurakhman, Mantan Pengawal Presiden Jokowi Kini Jabat Komandan Korem 074/Warastratama

Pengawal Presiden Jokowi Kolonel Inf Anan Nurakhman, resmi memegang tongkat komando sebagai Komandan Korem atau Danrem 074/Warastratama.


Peringatan Hari Batik 2022, Ibu Negara Bakal Hadiri Parade Kebaya di Solo

9 hari lalu

Peringatan Hari Batik 2022, Ibu Negara Bakal Hadiri Parade Kebaya di Solo

Parade kebaya bersama ibu negara itu akan dihadiri pula oleh istri wakil presiden, para istri menteri dan gubernur se-Indonesia.


KBRI Islamabad Gelar Pameran Batik Indonesia di Pakistan

12 Oktober 2021

KBRI Islamabad Gelar Pameran Batik Indonesia di Pakistan

Pameran batik oleh KBRI Islamabad bekerja sama Batik Studio ini akan menjadi pengantar kompetisi desain batik dengan motif Pakistan tahun depan.


KBRI Australia Menggelar Diskusi Batik di Tengah Industri Fashion

9 Oktober 2021

KBRI Australia Menggelar Diskusi Batik di Tengah Industri Fashion

Memperingati hari Batik nasional, KBRI Australia menggelar acara diskusi online untuk membahas sejarah Batik dari sejumlah perspektif.