Kiat Menjaga Kesehatan agar Tak Gampang Sakit di Musim Pancaroba

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit. Shutterstock.com

    Ilustrasi sakit. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan telah tiba. Ahli kesehatan mengingatkan risiko munculnya berbagai penyakit, salah satunya influenza, kala musim pancaroba datang sekitar September hingga Oktober 2017.

    "Perubahan cuaca sangat ekstrem, tekanan udara, angin kencang, penyebaran serbuk sari yang bisa menyebabkan seseorang dengan riwayat asma mengalami serangan asma, seperti batuk-batuk, pilek, badan agak hangat," ujar spesialis penyakit dalam dr Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid di Jakarta, Senin, 2 Oktober 2017.

    Dia menganjurkan masyarakat menyiapkan baju tebal kala cuaca mulai dingin serta siap sedia jas hujan sebagai langkah awal. Kurangi juga frekuensi ke luar rumah kala tak ada keperluan dan pastikan asupan cairan dan makanan bergizi seimbang yang cukup untuk tubuh.

    "Siapkan diri, pakai baju tebal, dan bawa jas hujan. Sebaiknya tidak keluar rumah. Makan dan minum lebih banyak, minum air putih," ucapnya.

    ADVERTISEMENT

    Melakukan olahraga rutin dan mendapatkan vaksinasi dewasa untuk influenza juga tak kalah penting. "Olahraga teratur dan vaksinasi. Perubahan cuaca ekstrem, daya tahan tubuh tak bagus, virus semakin berkembang," tuturnya.

    ANTARA

    Artikel lain:
    Flu juga Bisa Disebabkan Dehidrasi, Pastikan Cukup Minum Air
    Keluar Darah saat Berhubungan Intim, Hati-hati Kanker Serviks
    Bedak Talk dan Kontroversi Kanker Ovarium


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.