Pembatik Legendaris Oey Soe Tjoen Pamerkan 40 Batik Motif Pesisir

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oey Soe Tjoen menampilkan 40 helai kain batik tulis. Tabloidbintang

    Oey Soe Tjoen menampilkan 40 helai kain batik tulis. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal2 Oktober. Untuk merayakan batik sebagai salah satu ikon budaya Indonesia, pembatik peranakan legendaris asal Kedungwuni, Pekalongan, Oey Soe Tjoen menggelar pameran batik bertajuk "Oey Soe Tjoen Persembahan untuk Budaya" di Tugu Kunstkring Paleis Jakarta.

    Pameran ini menampilkan 40 helai kain Batik Tulis mahakarya Oey Soe Tjoen, dengan motif pesisir yang selalu menjadi ciri khasnya. Variasi motif itu lantas dikembangkan dalam bentuk buket bunga, kupu-kupu, dan burung. Usia kain yang digunakan Oey Soe Tjoen ada yang mencapai hampir 100 tahun.

    Batik Pagi/Sore dalam versi digital yang dilihat melalui aplikasi Google Arts and Culture. Tempo/Rini K

    Pameran Batik "Oey Soe Tjoen Persembahan untuk Budaya" dibuka oleh Executive Vice President Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati. "Batik Tulis karya Oey Soe Tjoen merupakan mahakarya. Keindahan motif, desain, dan teknik pewarnaan yang tercermin dalam setiap helai kain melambangkan kearifan lokal bangsa Indonesia. Oey Soe Tjoen adalah legenda. Ia memberikan kontribusi besar dalam khasanah budaya Indonesia," kata Inge dalam sambutannya.

    Dalam pameran itu, empat helai kain Batik Tulis karya Oey Soe Tjoen terbaru dilelang bagi Nasabah Solitaire BCA. Tak hanya memamerkan dan melelang batik, acara ini dimeriahkan dengan parade koleksi kebaya dan sarung encim karya Dewi Nugroho dari Museum Batik Jogja. Ada pula koleksi aksesoris etnik nusantara oleh Manjusha Nusantara.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.