Viral, Dokter Sembuhkan Asma dengan Mengobrol dan Merias Pasien

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi serangan asma. shutterstock

    Ilustrasi serangan asma. shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa waktu lalu warganet dikejutkan dengan sebuah konten berisi cara unik seorang dokter dalam menyembuhkan pasien asma. Cara penyembuhan yang tersebar di Facebook itu diterapkan oleh dokter Reno Yonora, SE, SpAn kepada pasiennya yang bernama Hesti. Dalam waktu tiga jam, wajah Hesti yang semula kusut berubah cantik dan segar.

    Dokter Reno kemudian melepas alat bantu napas dan mengajaknya bicara. Sambil mengobrol, Reno merias Hesti. Beberapa foto menunjukkan kondisi Hesti sebelum dan sesudah berbincang dengan Reno. Metode pengobatan ini telah dibagikan lebih dari 27 ribu kali oleh warga Facebook.

    Lantas apa trik yang dilakukan oleh dokter berusia 45 tahun itu untuk menyembuhkan Hesti?

    Sebelum membahas itu, Reno menceritakan bagaimana kondisi Hesti saat masuk rumah sakit. Ketika itu, Hesti terserang asma, ototnya kaku, dan ada ancaman gagal napas. Selain asma, Hesti mengalami nyeri ulu hati dan mag kronis. "Setelah alat bantu napas dilepas, kami ngobrol dan dia bercerita tentang kehidupannya yang penuh masalah," kata Reno.

    Untuk gadis yang masih belia, menurut Reno, masalah yang dialami Hesti cukup berat. Bisa jadi, semua persoalan itu disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua. "Sambil ngobrol, saya menyisir rambutnya, merias wajahnya, dan tak terasa kami berbincang sampai tiga jam. Dia tidak sadar telah ngobrol selama itu," ucap Reno.

    Keesokan harinya, pukul 03.00, asma Hesti kambuh dan dia kembali menghubungi Reno melalui aplikasi pesan instan. "Saya memintanya meyakinkan diri sendiri bahwa pencetusnya masalah psikis. Bersyukur sekali lusa, dia keluar dari ICU lalu diizinkan pulang,” ujar Reno.

    Reno menjelaskan, Hesti terkena asma akibat faktor psikis. "Sebagian asma disebabkan alergi dan sebagian lagi faktor psikis yang diperparah kebiasaan menunda makan," kata Reno. "Asma kalau tidak ada faktor pencetus, tidak akan kambuh."

    Saat telat makan, asam lambung naik dan gas-gas di dalam lambung menjalar hingga kepala. Fenomena ini, kata Reno, memicu asma yang berujung dengan gagal napas. Gagal napas merupakan ketidakmampuan bernapas karena tekanan oksigen arterial yang tidak normal.

    “Saat dokter mendiagnosis gagal napas, pasien perlu menjalani pemeriksaan untuk menganalisis gas darah, mengukur keasaman (pH), jumlah oksigen, dan karbondioksida dalam darah. Pemeriksaan ditempuh untuk menilai fungsi kerja paru-paru dalam mengantar oksigen ke dalam sirkulasi darah dan mengambil karbondioksida dari dalam darah,” ujar Reno.

    TABLOID BINTANG

    Baca juga:
    Memahami Kaitan Asma dan Migrain
    9 Makanan Super Pereda Gejala Asma
    Bukan Hanya Polusi dan Bulu Kucing, Kecoa Bisa Sebabkan Asma


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.