Barli Asmara Berbagi Tips buat Perancang Busana Pemula

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri ke kanan) Ai Syarif (Creative Advisor JFW), Carolina Septerita (Head of MUA Wardah), Barli Asmara (fashion designer), Dian Pelangi (Muslim fashion designer & Brand Ambassador Wardah), dan Berlian Nandiasa (Buyer of Designer Account Manager) dalam perhelatan Wardah Fashion Awards 2017 di Lewis & Carroll Tea, Jakarta, Kamis, 28 September 2017. TEMPO/Tsarina Maharani

    (Kiri ke kanan) Ai Syarif (Creative Advisor JFW), Carolina Septerita (Head of MUA Wardah), Barli Asmara (fashion designer), Dian Pelangi (Muslim fashion designer & Brand Ambassador Wardah), dan Berlian Nandiasa (Buyer of Designer Account Manager) dalam perhelatan Wardah Fashion Awards 2017 di Lewis & Carroll Tea, Jakarta, Kamis, 28 September 2017. TEMPO/Tsarina Maharani

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejak memulai kariernya sebagai fashion designer pada 2002 melalui label “Barli Asmara”, Barli telah memperoleh banyak penghargaan bergengsi. Di awal-awal kariernya, dia berhasil mendapatkan penghargaan sebagai “Best Indonesia Fashion Designer” dari Dewi Magazine pada 2008.

    Setelahnya Barli Asmara juga menyabet beberapa penghargaan, di antaranya ELLE Designer of the Year dan The Best 20 Designer for High End Masterpiece. Yang mengesankan, pada 7 September 2017, Barli menampilkan koleksinya di New York Fashion Week 2018 di panggung NYFW First Stage, bersama beberapa desainer dari Tanah Air.

    Barli yang saat ini memiliki tiga brand fashion mengatakan sejak awal ia tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang perancang busana yang go international. Menurut Barli, pasar di Indonesia sangat besar, sehingga ia memilih untuk menguatkan diri di pasar lokal terlebih dahulu.

    bKoleksi Barli Asmara dalam New York Fashion Week. instagram.com

    “Menurutku kalau masih baru lahir jadi seorang fashion designer, mantapkan dulu persiapannya di pasar lokal. Enggak perlu terburu-buru dan berorientasi ke panggung internasional. Pasar di sini luas. Aku bahkan sejak awal enggak pernah bikin program khusus yang bisa bikin aku ke New York,” tutur pria kelahiran Bandung, 3 Maret 1978 ini.

    Barli menambahkan, keinginannya saat di awal karier adalah bagaimana caranya bisa melakukan foto fashion spread dan mengenalkan diri dan brand-nya. Menurutnya bila hal tersebut bisa dilakukan, publik otomatis mengenal bakat dan mengapresiasi karya perancang busana tersebut. Kesempatannya bisa ke tampil di panggung NYFW 2018 bagi Barli merupakan hasil dari usaha keras yang ia jalankan selama ini setelah memperkuat branding di Indonesia.

    Pemilik brand “All The White Horses”, “White by Barli Asmara”, dan “Belle by Barli Asmara” ini menyarankan sebaiknya yang perlu dipelajari oleh seorang fashion designer pemula adalah berlatih dan memelajari produk yang bisa membuatnya menjadi fashionpreneur. Pelajari segala detail seperti bahan, harga, dan ukuran. Jangan terpaku pada urusan desain yang serba rumit, tetapi juga fokus pada bisnis.

    “Berlatih banyak bikin produk yang bisa membuat dia menjadi fashionpreneur. Coba ikut pop up market, bazaar kecil, tahu pricing, fabric yang bikin orang nyaman, dan desain dengan detail yang enggak terlalu ribet. Jadi jangan cuma fokus soal desain, tapi juga bagaimana caranya bisa bisnis,” tutup Barli.

    TSARINA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.