Lady Biker Moge Punya Obat Ganteng dan Atribut Wajib

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lady Biker Harley Davidson Club Indonesia Tangerang, Sedang mengendarai motor Harley Davidson di Rukan Permata Senayan, Jakarta,17 September 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    Lady Biker Harley Davidson Club Indonesia Tangerang, Sedang mengendarai motor Harley Davidson di Rukan Permata Senayan, Jakarta,17 September 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap pengendara sepeda motor pasti punya peralatan yang wajib dikenakan saat mengemudi. Helm, sarung tangan, dan jaket, adalah beberapa peralatan wajibnya. Lantas bagaimana dengan lady biker untuk motor gede alias moge?

    Baca:
    Kisah Ladies Biker Moge, yang Lucu Sampai Tegang Hampir ke Jurang

    Anggota Harley Davidson Club Indonesia Tangerang, Briza Sunarto mengatakan pada prinsipnya peralatan yang disiapkan para lady biker moge sama seperti pengendara sepeda motor pada umumnya. Namun demikian, ada beberapa atribut yang wajib dibawa saat berkendara. “Kami menyebutnya obat ganteng, yakni kacamata hitam,” kata Briza kepada Tempo di Sunbreeze Hotel, Jakarta.

    Dengan adanya kacamata, maka penampilan seperti apapun akan terlihat keren, terutama jika diabadikan di kamera. “Mata masih merah atau ada lingkaran mata karena kecapean, wajah kucel, semua terobati dengan kacamata,” ujarnya. Bahkan di Amerika, Briza yang pernah touring Harley Davidson di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, ini menuturkan kacamata lebih penting bagi pengendara sepeda motor ketimbang helm atau jaket. Musababnya, jika pandangan terganggu karena kelilipan atau silau terkena cahaya, akan lebih membahayakan.

    Pengendara Harley Davidson Briza Sunarto (kaos merah) dan Olie Meutia (kaos oranye) saat mengendarai sepeda motor gedenya di Jakarta. TEMPO | Rini Kustiani

    Selain kacamata, berikut ini atribut yang wajib dikenakan atau dibawa para lady biker, baik kelompok touring maupun city riding:

    1. Tabir surya
    Lady biker moge, Olie Meutia mengatakan sunblock wajib dipakai agar kulit terlindung dari sinar matahari. Ihwal makeup, Olie mengatakan tak perlu berlebihan atau sebaiknya terlihat natural. Namun demikian, Briza pernah menggunakan bulu mata palsu saat touring. Walhasil, sepanjang perjalanan dia menahan rasa gatal di sekitar mata dengan cara menarik-narik pipi dan matanya ke atas. “Bulu mata juga menempel ke kacamata. Pas kacamata dibuka, jadi lentik banget,” ujarnya.

    2. Jaket kulit
    Tidak semua jaket cocok digunakan untuk touring. Olie Meutia yang mulai touring dengan mengendarai Harley Davidson sejak 2010 ini menyarankan agar memakai jaket kulit. Lebih baik lagi jika bagian dalam jaket kulit tersebut terbuat dari bahan wol untuk menjaga tubuh pengendara tetap hangat. “Kalau touring-nya pas malam hari, itu anginnya bisa tembus sampai ke tulang,” ujarnya.

    3. Sarung tangan
    Sarung tangan agar pegangan ke stang sepeda motor tetap kuat dan mencegah tangan licin karena berkeringat. Untuk pengendara city car biasanya memakai sarung tangan yang ujung jarinya terlihat agar memudahkan memegang ponsel. Namun jika touring, disarankan memakai sarung tangan yang menutup seluruh bagian pergelangan tangan supaya tidak belang atau kuku menjadi hitam karena terkena debu.

    4. Jas hujan
    Lady biker moge Tike Larasati kerap memborong jas hujan murah meriah yang dijual Rp 5.000 per buah dari pedagang kaki lima. “Kalau ketemu pedagang itu, saya langsung beli 10 buah,” ujarnya yang kerap membagikan jas hujan kepada siapa saja yang kehujanan di jalan supaya mereka tidak sakit.

    5. Helm full face atau half face
    Jenis helm yang digunakan tergantung kenyamanan si pemakai. Untuk touring biasanya pakai helm full face untuk mencegah helm bergoyang-goyang saat berkendara karena dihantam angin. Adapun kecepatan moge ketika touring bisa mencapai 140 kilometer per jam.

    Lady biker Tike Larasati menunjukkan kacamata dan helm uniknya yang dipakai saat mengendarai Harley Davidson Sportster Iron 883 miliknya. TEMPO | Rini Kustiani

    6. Sepatu boot
    Seatu boot menjadi aksesoris wajib karena kaki harus nyaman dan aman selama perjalanan, terutama bagi lady biker yang mengendarai mogenya alias bukan boncenger.

    7. Sumpit
    Tike Larasati membawa sumpit untuk memudahkannya makan selama perjalanan. “Kalau pakai sendok garpu susah menyimpannya,” ujarnya. Supaya sumpitnya tidak hilang, Larasati sengaja memesan sumpit yang terbuat dari emas. “Kareana terbuat dari emas, jadi kita pasti ingat terus.”

    8. Bandana
    Urusan rambut pun tak kalah penting. Bandana membuat posisi rambut tidak berantakan meski harus memasang dan melepas helm.

    RINI KUSTIANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.