5 Mitos Bahan Berbahaya dalam Kecantikan dan Faktanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kosmetik alami. shutterstock.com

    Ilustrasi kosmetik alami. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat memilih produk perawatan kulit dan kecantikan, bahan utama yang terdapat di dalamnya menjadi perhatian penting. Bagaimana dampak bahan tersebut saat digunakan kulit, aman atau tidak digunakan, dan kekhawatiran lain, terutama terhadap bahan kimia.

    Kandungan bahan kimia selalu menjadi kekhawatiran terbesar saat menggunakan produk perawatan kulit dan kecantikan. Tapi tak perlu khawatir, para ahli akan mengungkapkan fakta di balik mitos-mitos bahan kimia dalam produk perawatan kulit seperti berikut ini.

    Mitos 1: Bahan kimia adalah racun
    Ahli dermatologi New York, Amerika Serikat, Doris Day, menekankan bahwa fakta ini adalah yang paling penting dipahami tentang bahan perawatan kulit. “Semuanya adalah zat kimia. Bukan berarti itu buruk," kata Day, seperti dikutip dari New Beauty.

    Beberapa merek besar akan melakukan banyak langkah penting untuk memastikan produk ini aman dan efektif digunakan, bahkan melakukan pengujian ekstensif terhadap produknya.

    Mitos 2: Produk yang dijual online berbahaya
    Produk kecantikan yang berbahaya banyak ditemukan dalam penjualan secara onlime. Dermatolog Lynne Haven menyarankan untuk memastikan sumber produk yang dibeli secara online dapat dipercaya sehingga dapat mencegah potensi membeli produk yang berbahaya.

    Mitos 3: Tabir surya dapat menyebabkan kanker kulit
    “Banyak yang percaya tabir surya beracun atau dapat menyebabkan kanker kulit," kata Dr Haven. Jumlah kasus kanker kulit semakin meningkat, padahal tabir surya dapat mencegah kerusakan DNA akibat radiasi ultraviolet. Ahli kimia kosmetik, Kelly Dobos, menambahkan, tabir surya aman digunakan menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat.

    Ia mengatakan tabir surya adalah satu area yang FDA agak "konservatif", terutama karena dianggap obat, sehingga mendapat perhatian khusus. "Proses FDA rumit, tapi untuk mengatakan FDA tidak banyak memikirkan apa yang disetujui sehubungan dengan bahan tabir surya, tidak benar."

    Mitos 4: Paraben adalah racun
    Menurut Kelly Dobos, pemahaman akan paraben dalam produk perawatan kulit masih kurang. “Kosmetik membutuhkan pengawet yang baik untuk melindungi dari bakteri, ragi, dan jamur melalui paraben,” ujarnya. Penelitian ilmiah yang telah dilakukan cukup banyak menunjukkan bahwa paraben dimetabolisme dan diekskresikan tanpa membahayakan tubuh sehingga aman dan efektif dalam kosmetik.

    Mitos 5: FDA tidak mengatur industri kosmetik, karena itulah sangat berbahaya
    "Peraturan Kosmetik secara eksplisit menyatakan tidak sah menggunakan bahan yang berbahaya bila digunakan sesuai dengan keinginan," kata Dobos. Ia menambahkan, berdasarkan undang-undang di Amerika Serikat, produsen kosmetik memiliki tanggung jawab hukum untuk keamanan produk mereka. "FDA bisa dan memang melakukan tindakan melawan produsen kosmetik yang tidak mematuhi hukum," tuturnya.

    Artikel lain:
    Make Over Luncurkan 21 Warna Lipstik, Ajak Wanita Lebih Ekspresif
    13 Kebiasaan Sehari-hari yang Berdampak Buruk pada Kulit
    Yuni Shara Bagi Rahasia Awet Muda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.