Cerai karena Selingkuh, Ada 3 Hal yang Perlu Anda Pahami

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cerai. shutterstock.com

    Ilustrasi cerai. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perselingkuhan dalam pernikahan merupakan mimpi buruk bagi setiap pasangan. Apabila hal ini terjadi, Anda dan pasangan memiliki dua pilihan, yakni memperbaiki dan kembali melanjutkan hubungan dari nol atau mengakhirinya.

    Melanjutkan hubungan dari awal kembali atau mengakhiri sama-sama memiliki konsekuensi. Keputusan ada di tangan Anda untuk menentukan mana yang terbaik. Jika memilih menyudahi pernikahan dan membawanya ke meja hijau, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan serta dipahami.

    Selain harus kuat menjalani segala proses perceraian yang melelahkan, berikut ini hal-hal yang perlu diketahui, terutama bagi pasangan yang sudah memiliki anak.

    1. Hak asuh anak
    Jika melihat usia, biasanya anak di bawah umur akan diasuh sang ibu. Namun, pada kasus tertentu seperti perselingkuhan, biasanya hak asuh anak akan jatuh pada pihak yang tidak berselingkuh. Dalam hal ini, jika memang Anda yang berselingkuh, terima kenyataan dengan lapang bahwa Anda harus berpisah dengan anak.

    2. Tetap menjadi tim yang baik
    Sri Juwita Kusumawardhani, psikolog klinis dari Universitas Indonesia, berpendapat Anda boleh berpisah dengan pasangan, tapi Anda dan pasangan harus tetap kompak mengasuh anak. Siapa pun yang mendapat hak asuh, jangan saling menjelek-jelekan mantan pasangan, terutama di depan anak. Hal ini membuat anak makin kehilangan rasa hormat terhadap kedua orang tuanya.

    3. Tidak ada jaminan siapa yang terbaik
    Siapa pun yang mendapat hak asuh anak, tentu sudah merupakan keputusan terbaik. Menurut Sri, tidak ada jaminan bahwa anak yang diasuh ibu pasti lebih baik. Begitu pula tidak ada kepastian anak yang diasuh ayah akan ditelantarkan. Lakukan saja yang terbaik bagi anak.

    TSARINA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.