Mau Sehat dan Singset, Jangan Lakukan Satu Jenis Olahraga Saja

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga dengan dumbell. livestrongcdn.com

    Ilustrasi olahraga dengan dumbell. livestrongcdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin pernah mendengar perlu berolahraga minimal 150 menit atau 2,5 jam setiap pekan. Namun sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology menunjukkan kombinasi berbagai jenis latihan membawa hasil yang lebih baik daripada hanya menambahkan kuantitas.

    Peneliti di Skidmore College di New York mengamati efek dari program olahraga yang berbeda. Hasil riset mereka menunjukkan peserta latihan kebugaran mendapatkan manfaat paling banyak dari sesi latihan yang mencakup ketahanan, kardio, interval dan peregangan, bersama dengan mengonsumsi protein dalam jumlah cukup banyak sepanjang hari. Teorinya, perpaduan berbagai jenis latihan akan memenuhi lebih banyak kebutuhan tubuh.

    Latihan kebugaran dengan kombinasi berbagai gerakan memberikan hasil yang memuaskan, yakni penurunan berat badan, sedikit lemak di perut, menurunkan kadar gula darah, dan peningkatan massa otot. Jadi, kalau Anda rajin berlari setiap hari, coba lakukan yoga sebelum atau setelahnya sebagai latihan kombinasi.

    American College of Sports Medicine juga menyarankan pelatihan keterampilan motorik untuk keseimbangan, ketangkasan, dan koordinasi. Anda dapat memenuhi tujuan ini melalui kelas yang sama yang mungkin Anda ambil untuk meningkatkan fleksibilitas, seperti yoga, pilates dan tai chi.

    Berikut beberapa kombinasi latihan yang dapat dicoba:

    - Latihan kardio 5 kali seminggu dengan interval latihan pada 3 sesi.

    - Latihan kekuatan 2 sampai 3 kali seminggu tapi tidak pada hari-hari berturut-turut.

    - Latihan peregangan atau keluwesan 2 sampai 3 kali seminggu.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.