Bahaya Kesehatan Wanita Kawin Muda, Pendarahan sampai Kematian

Ilustrasi remaja sedih atau galau. Pxhere.com

TEMPO.CO, Jakarta - Berbeda dari laki-laki, perempuan di bawah umur yang menjalani pernikahan dini atau kawin muda berisiko menghadapi sejumlah bahaya bagi kesehatannya. Spesialis obstetri ginekologi dari RSCM, dr. Julianto Witjaksono, Sp.OG (KFER), MGO, mengatakan risiko kematian menjadi salah satu akibat kawin muda.

"Secara global, kehamilan merupakan penyebab utama kematian anak perempuan usia 15-19 tahun. Ancaman kesehatan yang berakibat fatal ini terjadi karena remaja perempuan di bawah usia 18 tahun belum memiliki kesiapan fisik yang prima, baik stamina jantung, tekanan darah, atau organ reproduksinya," katanya.

Remaja usia 11-19 tahun merupakan kelompok berisiko tinggi menderita penyakit dan kelainan kala mengandung. Apalagi anak usia di bawah 19 tahun.

"Ketidaksiapan jalan lahir terutama karena masih kecil. Sering terjadi robekan untuk jalan lahir yang lebih luas sehingga muncul pendarahan. Apalagi kalau lahir caesar," tutur Julianto.

"Organ intim wanita, semakin muda usianya, bentuk vagina, rahim masih kecil, belum siap melakukan hub seksual. Bayangkan kalau anak usia 8 tahun menikah," sambungnya.

Namun, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2010 menunjukkan hal mencengangkan, bahwa 0,1 persen anak perempuan usia 8 tahun bahkan sudah melakukan hubungan intim, baik karena menikah maupun penyebab lain.

"Umur 18 tahun, 45 persen perempuan, sudah pernah melakukan hubungan intim. Pada usia 24 tahun, tiga per empat perempuan sudah tidak perawan," kata Julianto.

ANTARA






Berapa Lama Terjadi Kehamilan setelah Bercinta?

41 hari lalu

Berapa Lama Terjadi Kehamilan setelah Bercinta?

Kesehatan umum dan reproduksi juga berperan dalam menentukan apakah kehamilan bisa terjadi dengan cepat atau tidak.


Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

28 Juni 2022

Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

Persiapan untuk berkeluarga perlu dimulai sejak memasuki usia remaja. Salah satu tujuannya menjaga kesehatan reproduksi kelak.


Salmon hingga Asparagus, Ini 9 Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Program Hamil

1 Mei 2022

Salmon hingga Asparagus, Ini 9 Makanan yang Perlu Dikonsumsi saat Program Hamil

Makanan mempengaruhi kesehatan reproduksi, ditambah dengan faktor gaya hidup dan tingkat stres. Jadi coba makanan ini saat ingin hamil.


Ransomware lagi di AS, Data 400 Ribu Pasien Kesehatan Reproduksi Bocor

3 Desember 2021

Ransomware lagi di AS, Data 400 Ribu Pasien Kesehatan Reproduksi Bocor

Serangan ransomware berdampak pada data pribadi sekitar 400 ribu pasien di fasilitas itu bisa diakses hacker.


Jenis Diet Terbaik untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Ahli

22 Agustus 2021

Jenis Diet Terbaik untuk Kesehatan Reproduksi Menurut Ahli

Banyak faktor yang membantu mendukung kesehatan reproduksi juga merupakan faktor yang mengoptimalkan umur panjang secara keseluruhan


Dampak Buruk Perkawinan Anak Menurut KPPPA

17 Februari 2021

Dampak Buruk Perkawinan Anak Menurut KPPPA

KPPPA menyebut perkawinan anak memiliki dampak buruk bagi si anak, keluarga, bahkan negara. Selain itu, berbahaya bagi kesehatan reproduksi.


Setelah Umumkan Kehamilan, Halsey Pamer Bekas Luka Operasi Endometriosis

30 Januari 2021

Setelah Umumkan Kehamilan, Halsey Pamer Bekas Luka Operasi Endometriosis

Halsey agresif mengobati endometriosisnya karena merencanakan sebuah keluarga.


Halsey Hamil Anak Pertama, Setelah Berjuang dengan Endometriosis

28 Januari 2021

Halsey Hamil Anak Pertama, Setelah Berjuang dengan Endometriosis

Halsey termasuk selebriti yang terbuka dengan kesehatan reproduksinya


Pemenang SATU Indonesia Awards 2020 Angkat Pendidikan Kesehatan Reproduksi

11 Desember 2020

Pemenang SATU Indonesia Awards 2020 Angkat Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Pendiri Tenggara Youth Community, Mariana Yunita Hendriyani Opat menjadi pemenang SATU Indonesia Awards 2020.


Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19

1 Desember 2020

Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19

Pada triwulan II Tahun 2020, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) diperkirakan mencapai 543.100 orang, dan 398.784 orang di antaranya telah ditemukan.