6 Pembunuh Kisah Cinta yang Tidak Kita Sadari

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi putus cinta. shutterstock.com

    Ilustrasi putus cinta. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanpa disadari, kita sering melakukan hal-hal yang bisa merusak hubungan dengan pasangan. Ujungnya, ikatan cinta pun berantakan.

    Seksolog sekaligus konselor pasangan bersertifikat, Annabelle Knight, menjelaskan bahwa banyak dari kita tanpa sadar menyabotase atau merusak hubungan asmaranya sendiri. Berikut adalah enam tanda kunci bahwa kita telah melakukan hal itu.

    1. Menghindari rasa sakit
    Ini adalah saat kita membiarkan diri sampai pada titik tertentu dalam suatu hubungan sebelum menarik diri. Mungkin kita pernah melihat terlalu banyak film sedih, atau benar-benar serius memikirkan betapa sakitnya rasa cinta itu. Apapun alasannya, menghindari rasa sakit tetap mungkin kita rasakan. Hal ini dapat terwujud dalam beberapa cara, mulai dari menciptakan masalah dari hal-hal yang sebenarnya bukan masalah sampai meyakinkan diri sendiri bahwa pasangan bukanlah orang yang benar-benar kita inginkan.

    2. Berada di alam fantasi
    Begitu banyak orang berhasil menghindari jatuh cinta pada sesorang karena mereka mematuhi suatu kriteria yang ketat. Kita memiliki daftar pacar sempurna, biasanya dibuat dalam keadaan psikologis yang belum matang, yang menyebabkan orang tersebut menyabotase setiap dan semua hubungan masa depan. Kita mungkin membuat daftar itu berdasarkan gagasan aneh bahwa hubungan yang dijalani tidak layak diteruskan dan mereka tidak layak menerima kasih sayang kita.

    3. Terlalu mendengarkan kritik batin
    Kita semua memilikinya suara hati yang mengganggu dan menyarankan kitan untuk berharap yang terbaik tapi bersiap menghadapi yang terburuk. Kritikus batin kita sering kali bertanggung jawab dalam menyabotase hubungan. Meyakinkan diri kita bahwa kita tidak layak atau semua akan berakhir dengan air mata adalah alasan utama banyak hubungan gagal. Kita tidak membiarkan diri kita mendapatkan kesempatan untuk bahagia karena jauh di lubuk hati tidak merasa pantas mendapatkannya.

    4. Tidak bisa mengalah
    Beberapa orang lebih suka bersikap benar daripada menjalin hubungan. Kebanyakan pasangan berpendapat ini adalah cara yang sehat untuk melampiaskan masalah dan jika dilakukan dengan benar dapat membuat hubungan dengan pasangan lebih kuat dan lebih sehat. Namun, itulah saat kita membiarkan ego menghalangi dan menyabotase diri kita. Kebutuhan untuk menjadi benar, daripada berkompromi, adalah salah satu pembunuh hubungan terbesar dan dapat terjadi selama tahap apapun dalam sebuah hubungan

    5. Terlalu peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain
    Bagi sebagian orang, pendapat orang lain jauh lebih penting daripada pasangan mereka. Hal ini bisa sangat merusak hubungan. Jika kita pernah mengabaikan pasangan dengan malas membalas sebuah teks yang tidak mendesak, membatalkan rencana bersamanya untuk rencana sembrono dengan teman, atau merasa perlu untuk memenuhi kebutuhan orang lain daripada pasangan, maka kita mungkin bersalah karena ini.

    6. Lupa kalau berbeda
    Mengharapkan pasangan untuk berpikir, merasakan, dan bertindak dengan cara yang sama seperti kita lakukan adalah bentuk sabotase diri yang lain. Berpikir kaku adalah cara hidup yang tidak sehat dan bisa menyebabkan stres dan diwarnai pertengkaran. Menerima dan menghargai bahwa pengalaman, pemahaman, dan pengalaman pasangan, serta cara mereka mengenali dunia dengan berbeda, adalah satu-satunya cara untuk benar-benar dapat hidup berdampingan dengan bahagia.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.