Ingin Mendonorkan Organ Tubuh, Apa yang Harus Diperhatikan?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selena Gomez dan sahabatnya, Francia Raisa yang menjadi pendonor ginjal untuknya. Instagram.com

    Selena Gomez dan sahabatnya, Francia Raisa yang menjadi pendonor ginjal untuknya. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bahagianya bila hidup bisa berbagi dengan orang lain. Dan berbagi itu bukan hanya soal materi dan kasih sayang. Mendonorkan organ tubuh juga menjadi salah satu cara untuk berbagi dengan orang lain meski tidak mudah, tak semua orang bersedia, dan begitu banyak persyaratannya.

    Mungkin ada kenalan kita yang menderita sakit serius sehingga membutuhkan transplantasi organ agar bisa bertahan hidup. Bila sudah terdaftar sebagai pendonor organ, kita bisa menjadi penyelamat hidupnya. Untuk mengetahui lebih jauh soal donor organ ini, simak penjelasan dari laman askdrmanny berikut.

    1. Kenapa saya harus menjadi pendonor?
    Setiap hari, ribuan orang menunggu donor organ di banyak rumah sakit. kebutuhan akan organ vital juga melonjak belakangan ini dan mencapai lebih dari 100 ribu orang. Pada 2016, dokter hanya melakukan 33 ribu transplantasi dan menunjukkan betapa timpang kebutuhan dan ketersediaan organ.

    Menurut American Transplant Foundation, daftar orang yang butuh donor organ bertambah setiap 10 menit. Pada saat yang bersamaan, 20 orang meninggal dunia setiap hari karena tidak bisa mendapatkan organ yang dibutuhkan tepat waktu. Bila seseorang bersedia menjadi donatur, maka ada delapan organ vital yang bisa ia sumbangkan namun organ tersebut juga harus cocok dengan calon penerima.

    2. Bagaimana kalau saya tak memenuhi syarat?
    Meski mengalami masalah kesehatan kronis, kita masih boleh menyumbangkan organ. Menurut Mayo Clinic, hanya kondisi kesehatan tertentu yang membuat seseorang tak memenuhi syarat. Konsultasikan dengan dokter, apakah kita memenuhi syarat untuk menjadi pendonor.

    3. Transplantasi organ vital itu berbahaya. Bagaimana bila gagal?
    Berkembangnya teknologi dan dunia kedokteran, dan kemampuan dokter yang semakin baik, membuat tingkat kegagalan transplantasi organ semakin kecil. Keberhasilan transplantasi organ terbanyak, seperti ginjal, liver, paru-paru, dan bahkan jantung mencapai 75 persen.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    5 Jenis Makanan Sehat di Musim Pancaroba
    Hitung Berapa Lama Anda Duduk Saat Bekerja dalam Sehari
    Perempuan Itu Supertaster, Indra Perasa Lebih Sensitif dari Pria


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.