Selasa, 13 November 2018

9 Cara Mengetahui Detak Jantung Normal pada Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit. Shutterstock

    Ilustrasi anak sakit. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Denyut jantung manusia memiliki ritme tertentu. Jantung yang berdetak cepat atau terlalu banyak denyut dianggap tidak normal. Denyut nadi abnormal pada anak bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan. Berapa denyut jantung yang normal pada anak?

    Detak jantung bayi dan anak-anak lebih cepat daripada orang dewasa. Penyebabnya kebutuhan aliran darah anak lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Setiap orang tua sepatutnya mengetahui seputar detak jantung pada anak. Berikut fakta yang harus diketahui setiap orang tua tentang detak jantung anak, dilansir dari laman Boldsky.

    #Detak jantung adalah jumlah rata-rata denyut per menit saat anak dalam keadaan diam. Anak berusia 3-4 tahun memiliki denyut jantung rata-rata 80-120 per menit. Untuk usia 5 - 6, denyut jantungnya antara 75-115 per menit. Jika anak berusia 7-9 tahun, denyut jantungnya antara 60-110 per menit dan setelah usia 10 tahun antara 60 - 100 per menit.

    #Saat anak sangat aktif, detak jantung bisa mencapai 220 denyut per menit. Bayi memiliki detak yang lebih banyak dibandingkan anak-anak yang berusia di atas 8-9 tahun.

    #Perubahan denyut jantung itu normal. Aktivitas fisik meningkatkan intensitas dan diam membuat denyutnya normal. Detak jantung saat tidur lebih lambat dibandingkan saat diam. Aktivitas fisik dapat meningkatkan intensitas detak jantung.

    #Jika denyut jantung anak cepat atau terlalu lambat tanpa alasan atau tanpa ada pemicu, maka Anda harus mewaspadainya.

    #Aritmia adalah suatu kondisi yang bisa menyebabkan perubahan cepat dalam detak. Kondisi ini membutuhkan perhatian medis.

    #Takikardia dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Jika lebih dari 100 detak dalam satu menit, maka hal itu harus diwaspadai. Ada tiga jenis takikardia, yaitu bradikardia, takikardia supraventrikular, dan takikardia sinus.

    #Jika anak menunjukkan gejala seperti nyeri dada, palpitasi, kelelahan ekstrem tanpa alasan, pusing, sebaiknya periksa apakah detak jantungnya terlalu lambat atau terlalu cepat.

    #Beberapa masalah terkait jantung, katup sempit, infeksi tertentu, diabetes, apnea tidur, pengobatan, bahkan ketidakseimbangan mineral dan kimia juga dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur.

    #Segera konsultasikan ke dokter jika denyut jantung anak terlalu cepat atau terlalu lambat tanpa alasan yang jelas. Dokter mungkin menyarankan pengobatan atau pembedahan, tergantung pada diagnosisnya. Ketika anak demam atau dehidrasi, secara otomatis denyut jantung juga ikut meningkat. Namun, jika anak terlihat pucat dan kulit membiru, sesak napas, atau tampak tarikan otot-otot dada (cekung ke dalam) saat bernapas, segera konsultasikan ke dokter.

    DINA ANDRIANI

    Artikel lain:
    7 Fakta Sakit Kepala pada Anak, Jangan Anggap Enteng
    Selain Suami dan Ibu, Siapa yang Bisa Dampingi Ibu Melahirkan
    Orang Tua Mesti Ajarkan Anak agar Berperilaku Asertif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.