Perilaku yang Bikin Suasana Kerja Tak Nyaman

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gosip di kantor. shutterstock.com

    Ilustrasi gosip di kantor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perilaku rekan kantor atau atasan kerap membuat karyawan tak nyaman dalam bekerja. Aura negatif ini sering kali menjadi hambatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan.

    Psikolog dari Universitas Utah, Amerika Serikat, Paul White mengatakan aura negatif biasanya muncul dari perilaku yang tidak disadari. Menurut dia, setidaknya ada 25 jenis perilaku yang bisa menularkan aura negatif di tempat kerja, antara lain menggerutu, mengeluh, menyalahkan, bergosip, mencurigai, menyabotase, merisak, merendahkan, melakukan serangan fisik, mendiamkan, sarkastis, pesimistis, dan lainnya.

    Perilaku ini tanpa disadari dapat membangkitkan aura negatif yang berdampak pada penurunan semangat kerja dan produktivitas, ketidakharmonisan dengan rekan kerja, juga memperburuk kerja sama kelompok. Paul menjelaskan, kecuali ada masalah kesehatan fisik, maka seharusnya seseorang yang dalam kondisi normal tidak menunjukkan reaksi atau perilaku negatif di tempat kerja.

    "Karena aura negatif bisa mengindikasikan adanya masalah dalam diri seseorang dan menjadi stimulus terhadap munculnya perilaku negatif kepada orang lain,” ujar Paul. "Umumnya, ketika seseorang berkomunikasi dengan cara negatif kepada orang lain, maka tindakan ini memicu reaksi negatif dari orang yang diajak bicara. Pola seperti ini akan terus berlanjut dan semakin intensif."

    Paul mengatakan reaksi negatif bisa muncul karena berbagai faktor dan sering kali merupakan kombinasi dari banyak masalah. Salah satu unsur yang paling banyak diabaikan adalah sisi psikologis. “Perlu diingat bahwa kita lebih sering bereaksi dengan perilaku negatif ketika lelah, lapar, atau haus, ketika ada perubahan hormonal, atau saat sedang tidak enak badan, seperti pusing,” kata Paul.

    Kemungkinan besar, dia melanjutkan, sumber reaksi negatif itu adalah ketika ekspektasi tidak tercapai. “Kita jadi lebih mudah marah meski dalam kadar marah yang berbeda-beda atau saat sesuatu terjadi namun kita beranggapan hal itu tidak seharusnya terjadi,” ujar Paul. Ketika salah seorang anggota di komunitas kantor berperilaku negatif secara konsisten, bisa jadi ia sedang mengalami ketidaksesuaian ekspektasi dengan realitas, entah di kehidupan pribadi atau kerja.

    Kita tidak bisa mengubah sifat seseorang, juga kemungkinan kecil mengatur perilaku seseorang di kantor. Namun kita punya kemampuan untuk memengaruhi orang lain dalam mengalihkan aura negatif ke positif.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel karier lainnya:
    5 Cara Atasi I Hate Monday


    10 Sinyal Wawancara Kerja Berhasil
    Perfeksionis dan Suka Ngibul, Itu Tanda Workaholic


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.