Ivanka Trump Curhat Depresi Setelah Melahirkan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivanka Trump duduk menggantikan posisi ayahnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam KTT G20 di Hamburg. REUTERS

    Ivanka Trump duduk menggantikan posisi ayahnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam KTT G20 di Hamburg. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ivanka Trump, putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengaku mengalami depresi pascamelahirkan atau postpartum depression. Depresi pascamelahirkan merupakan salah satu persoalan yang dialami sekitar 13 persen wanita di seluruh dunia.

    Dalam acara The Dr. Oz Show, Ivanka Trump megungkapkan sempat mengalami depresi pascamelahirkan ketiga anaknya yaitu Arabella Rose Kushner, 6 tahun, Joseph Frederick Kushner, 3 tahun, dan Theodore James Kushner, 1 tahun. "Masa-masa depresi itu sangat menantang dan menguras emosi karena saya merasa seperti tidak hidup sesuai dengan potensi saya sebagai orang tua atau sebagai pengusaha atau sebagai pejabat," kata Ivanka Trump.

    Ivanka Trump memilih tidak memublikasikan pengalaman depresi pascamelahirkan yang dialaminya karena posisinya sebagai penasihat Gedung Putih. Namun, dia merasa perlu memberitahu kepada masyarakat karena ini merupakan isu yang sangat penting. "Depresi pascamelahirkan adalah kondisi yang mempengaruhi orang tua di seluruh negeri," ujar Ivanka Trump.

    Depresi pascamelahirkan merupakan perasaan tertekan yang dialami sampai enam minggu setelah melahirkan. Jenis depresi ini berbeda dengan sindrom baby blues karena umumnya baby blues dapat mereda dalam hitungan hari atau minggu. Diperkirakan sekitar 3 juta wanita di Amerika Serikat terserang depresi pascamelahirkan. Namun, tidak semua wanita tersebut menyadari mengalami depresi kategori berat sehingga tidak mendapatkan penanganan secara tepat.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.