Perlukah Anak Tahu Alasan Orang Tua Bercerai? Simak Kata Ahli

Rabu, 10 Juni 2020 13:59 WIB

Ilustrasi orang tua bertengkar di depan anak-anak. betterparenting.com

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasangan resah dengan kondisi baru yang mereka hadapi setelah bercerai salah satunya ialah anak-anak. Perpisahan sendiri telah memberikan luka bagi anak, ditambah lagi jika sikap orang tua yang tak bisa seiring sejalan dalam memastikan tumbuh kembang mereka.

Psikolog Anak dan Keluarga Samanta Ananta mengatakan dalam kasus perpisahan diperlukan sikap jujur yang bijak. Namun jujur tidak berarti membeberkan semua aib dan kesalahan mantan suami, jika dalam kasus perpisahan hak asuh anak ikut ibu.

"Bersikaplah asertif dan bijaksana, bukan berarti jujur dan membuka aib orang tuanya. Kebingungan dan rasa bersalah kita buka menjadi alasan, namun meyakinkan pada anak secara perlahan sesuai dengan tahapan usia mereka," ucap Samanta dalam Single Moms Indonesia (SMI) Live Chat di Instagram, Selasa 9 Juni 2020.

Sebab, efek perpisahan yang mulai diketahui anak akan diingat terus sampai dewasa. Ketika ingin memberi tahu pada anak, idealnya pahami terlebih dulu konflik yang terjadi. Jika dalam keseharian tidak ada masalah lantas diberitahu jika sudah berpisah bisa mengejutkan anak. Sebaliknya, jika kerap bertengkar setiap hari sampai ada kekerasan, keputusan berpisah akan melegakan buat anak.

"Pada saat anak mulai beranjak besar, sekolah TK sampai SMA mereka mulai mempertanyakan kelengkapan orang tua karena melihat anak-anak yang lain lengkap. Anak yang dekat dengan ibu biasanya dia tanya kemana ayahnya, kalau anak tanya berarti dia sudah siap dengan jawaban," papar Samanta.

Advertising
Advertising

Perlu digarisbawahi jika setiap kasus perceraian berbeda ceritanya, maka cara memberitahunya pun berbeda sesuai usia dan kondisi anak masing-masing. Anak-anak yang masih kecil butuh penjelasan yang konkret, sementara remaja ingin lebih tahu detail.

Samanta mengatakan sebelum menjawab pertanyaan anak soal ayahnya, para ibu bisa memakai strategi bertanya balik kepada anak. "Misalnya kamu penasaran ya di mana bapak, pahami alur pemikiran anak, sebatas anak ingin tahu atau memang sudah ingin ketemu. Atau kamu penasaran ya... kembali ke kemampuan bicara anak. Bisa dijelaskan misal kalau pisah rumah, kasih tau tinggal ayah dimana," jelasnya.

Jangan lupa ketika anak kangen dengan ayah, ibu bisa sambil memeluk dan memberi kehangatan, berempati dengan mengatakan kalau ibu tahu anak kangen ayah mereka. "Dengan cara seperti itu anak tidak mudah merasa terabaikan, tidak ditolak dan tidak dibohongi. Perasaan anak menjadi tervalidasi dan dekat dengan ibu. Sebab siapa pun yang dapat hak asuh anak memang harus saling menguatkan," papar Samanta.

Cara memberi tahu anak terhadap perceraian memang berat. Sebaiknya beritahu secara bertahap dan jangan berbohong. "Bicara sesuai tahapan perkembangan anak, lihat anak sudah siap dari rasa penasaran. Terbuka untuk semua pertanyaan tapi sesuai usia jadi mereka tahu kenapa penjelasan berbeda-beda. Tidak akan merasa dikhianati tapi sebaliknya merasa dirangkul. Kasih penjelasan bagian tanya kenapa, kalau tidak anak bisa kecewa," lanjutnya.

Samanta juga mengatakan jika luka yang ditimbulkan bukan karena perceraian, tapi kenapa orang tuanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Bagaimana kedua belah pihak bersikap satu sama lain di depan orang tuanya. "Yang menjadi anak broken home adalah sikap orang tua saat mereka berpisah. Memicu konflik-konflik ke depannya. Bercerai tidak apa-apa kita siapkan efek setelahnya," tambahnya.

Perceraian tidak membuat anak menjadi broken home, tetapi anak hilang harapan. Untuk itu jangan pernah tanya anak mereka mau ikut siapa, karena trauma baru anak ialah memilih kedua orang yang dicintai. "Sebisa mungkin kita jangan tanya anak mau pilih siapa, kecuali kasusnya berbeda lebih kompleks," pungkasnya

Berita terkait

KPAI Catat 37 Kasus Anak Mengakhiri Hidup, Psikolog Klinis: Kekerasan Jadi Faktor Risiko

10 jam lalu

KPAI Catat 37 Kasus Anak Mengakhiri Hidup, Psikolog Klinis: Kekerasan Jadi Faktor Risiko

Kasus perilaku anak mengakhiri hidup menjadi penyebab kematian terbesar ketiga.

Baca Selengkapnya

7 Aktivitas untuk Menikmati Hari Tua

15 jam lalu

7 Aktivitas untuk Menikmati Hari Tua

Aktivitas kreatif berikut ini dapat membantu lansia untuk menaikmati hari tua.

Baca Selengkapnya

Nicolas Cage Berencana Pensiun dari Dunia Film

15 jam lalu

Nicolas Cage Berencana Pensiun dari Dunia Film

Nicolas Cage mengatakan dia sudah banyak tampil dalam film dan lebih ingin menghabiskan waktu bersama keluarga

Baca Selengkapnya

Dampak Serangan Israel di Gaza Semakin Buruk bagi Ibu dan Anak

18 jam lalu

Dampak Serangan Israel di Gaza Semakin Buruk bagi Ibu dan Anak

UNICEF mengatakan serangan Israel di Gaza semakin buruk dampaknya bagi anak-anak dan para ibu.

Baca Selengkapnya

Kumpul Keluarga saat Liburan Bikin Stres, Pakar Bagi Cara Mengatasi

1 hari lalu

Kumpul Keluarga saat Liburan Bikin Stres, Pakar Bagi Cara Mengatasi

Apapun pemicunya, pakar membagi lima tips untuk mengurangi kecemasan dan stres saat kumpul keluarga di masa liburan.

Baca Selengkapnya

Sikap Tegas yang Dibutuhkan untuk Melawan Dominasi Pasangan

2 hari lalu

Sikap Tegas yang Dibutuhkan untuk Melawan Dominasi Pasangan

Untuk menghadapi kebiasaan mendominasi pasangan agar tak semakin menjadi-jadi, bahkan kelewatan, mulai dengan merespons sifatnya dan bersikap tegas.

Baca Selengkapnya

Inilah Dampak Buruk Kurang Tidur bagi Anak

3 hari lalu

Inilah Dampak Buruk Kurang Tidur bagi Anak

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di JAMA Network Open menemukan bahwa kurang tidur dapat menurunkan kualitas hidup anak.

Baca Selengkapnya

Meta Masih Terseok-seok Atasi Akun Pedofil

3 hari lalu

Meta Masih Terseok-seok Atasi Akun Pedofil

Meta dinilai terseok-seok mengatasi alogaritma yang membuat pelaku pelecehan anak atau pedofil tetap bertengger di Instagram.

Baca Selengkapnya

Hari AIDS Sedunia, Waspadai Penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Anak

4 hari lalu

Hari AIDS Sedunia, Waspadai Penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Anak

Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember. Kemenkes mencatat kasus HIV pada anak berusia di bawah 4 tahun dengan jumlah 1,9 persen.

Baca Selengkapnya

Ini Bahaya Asap Rokok bagi Anak-anak

5 hari lalu

Ini Bahaya Asap Rokok bagi Anak-anak

Bahaya merokok tidak hanya terjadi pada perokok, tetapi pada orang yang tak sengaja menghirup asap rokok, termasuk anak-anak.

Baca Selengkapnya