Salma Hayek Curhat Susah Cari Baju: Saya Lahir di Era yang Salah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Salma Hayek berpose di karpet merah pada saat menghadiri pemutaraan film

    Artis Salma Hayek berpose di karpet merah pada saat menghadiri pemutaraan film "Carol" di Festival Film Canees ke 68 di Cannes, Prancis, 17 mei 2015. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Jakarta - Salma Hayek bangga dengan tubuhnya yang melekuk bak gitar spanyol. Bentuk tubuh seperti ini juga dikenal dengan istilah curvy. Meski begitu, Salma Hayek mengaku kesulitan menemukan pakaian yang pas ditubuhnya. Baca: Salma Hayek Luncurkan Smoothies Plus Masker Wajah Alami

    Bintang film Frida ini selalu mendapat pujian karena bentuk tubuhnya yang indah. "Aku lahir di era yang salah. Dengan payudara besar, sangat sulit memukan pakaian yang tepat. Aku yakin fashion di tahun 1950an atau 1970an akan sesuai denganku,” ujarnya seperti dikutip dari Hello Magazine. Baca juga: Rahasia Kecantikan Salma Hayek, Air Mawar dan Yoga

    Bagi perempuan 50 tahun ini tubuh curvy-nya sangat artistik. “Tubuh ini sangat indah, tubuh yang lurus itu membosankan. Anda harus memikirkan energi, keindahan suara, suara tidak bergerak sesuai garis - Ini berosilasi. Energi adalah osilasi: air melengkung, getaran melengkung, seksi dan sangat kuat," ujar Salma Hayek.

    Salma Hayek juga mengaku tidak mencintai setiap bagian tubuhnya. “Aku tidak akan berbohong, aku mencintai lekuk pada bagian tubuhku tapi tidak semuanya,” kata perempuan yang tidak terlalu menyukai rambut keritingnya, itu. Artikel lainnya: Salma Hayek Bilang Anaknya Dua, Salah Satunya Suaminya

    Salma Hayek menceritakan suaminya, Francois-Henri Pinault sangat menyukai fashion dan makeup, sehingga membuat dirinya harus berdandan. “Dia menyukai rambut keritingku meski aku tidak,” ujar Salma Hayek.

    NIA PRATIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.